Penyelidikan Epidemiologi DBD dan Malaria di Desa Rahuning I
Rahuning I – Dalam upaya meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit menular, petugas kesehatan dari Puskesmas Rahuning melaksanakan kegiatan penyelidikan epidemiologi terhadap kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dan malaria di Desa Rahuning I.
Kegiatan ini dilakukan sebagai respons cepat terhadap adanya laporan masyarakat terkait gejala demam yang mengarah pada penyakit berbasis lingkungan tersebut.
Tim kesehatan terdiri dari petugas surveilans,petugas malaria dan DBD, dan petugas penyuluh kesehatan masyarakat turun langsung ke lapangan untuk melakukan pendataan, wawancara dengan warga, serta pemeriksaan lingkungan sekitar rumah pasien.
Selain itu, petugas juga melakukan pemeriksaan jentik nyamuk di tempat-tempat penampungan air serta memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Warga diimbau untuk rutin melaksanakan gerakan 3M Plus yaitu menguras, menutup, dan memanfaatkan kembali barang bekas, serta langkah tambahan seperti menggunakan kelambu dan obat anti nyamuk untuk mencegah gigitan nyamuk penyebab malaria.
Kepala Puskesmas Rahuning, dr. Robin Lumban Tobing menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memutus rantai penularan penyakit sejak dini serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat.
“Melalui penyelidikan epidemiologi ini, kami dapat mengetahui sumber penularan dan faktor risiko di lapangan, sehingga langkah penanganan dapat dilakukan secara tepat dan cepat,” ujarnya.
Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, masyarakat Desa Rahuning I semakin waspada terhadap bahaya DBD dan malaria, serta aktif berperan dalam menjaga lingkungan agar tetap bersih dan bebas dari sarang nyamuk.
